“Sebagai bagian dari usaha menanggulangi wabah covid-19, saya mengajak masyarakat dan warga persyarikatan untuk berani dan tidak takut di vaksin,” kata Arif, Selasa, 12 Januari 2021

Warga Persyarikatan Muhammadiyah Jangan Takut Divaksin
Arif Jamali Muis – Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC)

Dilansir dari situs Persyarikatan Muhammadiyah, Arif Jamali Muis selaku Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) bidang Penguatan Jaringan Persyarikatan menjelaskan bahwasannya Muhammadiyah telah mengundang para ahli untuk mengkaji vaksin sinovac, baik dari sisi keilmuan, kesehatan maupun, agama.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menggelar rapat pleno secara tertutup di Hotel Sultan, Jakarta terkait pembahasan atas kehalalan vaksin sinovac, “Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience Co yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, Jumat, 8 Januari 2021 di Hotel Sultan, Jakarta.

Kemudian melalui pernyataan Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers daring, Senin, 11 Januari 2021 mengatakan bahwa “Pada hari ini, Senin tanggal 11 Januari 2021, Badan POM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency, emergency use authorization untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin Corona vax produksi Sinovac Biotech Incorporated yang bekerja sama dengan PT Bio Farma,”

Berdasarkan dari pernyataan resmi kedua lembaga tersebut, maka PP Muhammadiyah mengajak segenap warga Persyarikatan untuk mengikuti program vaksinasi.

“Sebagai bagian dari usaha menanggulangi wabah covid-19, saya mengajak masyarakat dan warga persyarikatan untuk berani dan tidak takut di vaksin,” kata Arif, Selasa, 12 Januari 2021

Baca juga:  Dunia Kerelawanan: Merawat Etika Bersinergi

Namun menurutnya, bukan berarti dengan adanya vaksin semuanya tetap beres. “Dengan adanya proses vaksin ini tetap membutuhkan waktu,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Arif mengimbau masyarakat tetap mengutamakan melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Hal ini sebagai bagian dari kepedulian kita dalam memerangi covid-19.

Data terakhir yang di dapat dari situs resmi Satgas Penanganan Covid-19 Kamis, 14 Januari 2021, menunjukan bahwa untuk wilayah Indonesia angka terkonfirmasi positif sebesar 869.600 dengan kasus aktif sebesar 15,3% (133.149) dan sembuh sebesar 81,8% (711.205).

Pernyataan Resmi PP Muhammadiyah Tentang Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19

PP Muhammadiyah juga telah melakukan kajian tentang adanya program vaksin dari Pemerintah. Melihat vaksin yang selama ini telah banyak digunakan pada berbagai penyakit dan vaksinasi Covid-19 yang telah disesuaikan dengan standar World Health Organization (WHO), Muhammadiyah mendukung pelaksanaan vaksinasi dengan mengeluarkan pernyataan resmi dengan nomor 01/PER/I.0/H/2021 tentang pelaksanaan program vaksinasi sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19.

Muhammadiyah mendukung pelaksanaan vaksinasi sebagai bagian dari upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, setelah semua kaidah keamanan, keefektifan, dan kehalalan vaksin terpenuhi sesuai standar BPOM dan MUI dengan beberapa catatan sebagai berikut:

  • Program Vaksinasi sudah banyak digunakan untuk berbagai penyakit yang berkaitan dengan virus, seperti cacar, polio, beberapa jenis influenza, meningitis, dan hepatitis.
  • Vaksinasi untuk Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) disesuaikan dengan standar penanganan yang diberlakukan oleh World Health Organization (WHO).
  • Saat ini pengembangan vaksin di dunia ada beberapa jenis, yaitu DNA, RNA, Non- Replicating Viral Vector, dan Inactivate (kuman yang dimatikan) yang telah dikembangkan oleh berbagai perusahaan.
  • Saat ini ketersediaan vaksin masih terbatas. Sebagian vaksin masih dalam proses pengembangan dan pemerintah mengusahakan suplai dari berbagai perusahaan pembuat vaksin.
  • Pemerintah memastikan proses uji vaksin untuk menjamin keamanan melalui proses yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
  • Mutasi virus SARS-CoV-2 perlu dipertimbangkan dalam pengembangan dan pemilihan seluruh vaksin yang akan digunakan di Indonesia.
  • Vaksin hanyalah salah satu cara dalam penanganan pandemi, bukan satu-satunya solusi dalam mengakhiri pandemi. Peran dan fungsi vaksin adalah untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit dan menurunkan angka kematian, bukan untuk mencegah penularan Covid-19. Penerapan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) tetap harus diutamakan sebagai upaya penanganan pandemi.
Baca juga:  Upaya Rutin LAZISNU Jember Santuni Anak Yatim Setiap Hari Jum'at

Silahkan unduh pernyataan resmi PP Muhammadiyah di sini.