In Sya Allah jika tidak ada halangan, Bulan Januari 2021 ini Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia akan mengirimkan tenaga dai dan daiyahnya ke berbagai pelosok daerah di Tanah Air. Setidaknya ada 123 dai dan daiyah yang telah dipersiapkan untuk diterjunkan ke daerah pengabdian.

Pembekalan Dan Pelepasan Dai Dan Daiyah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
STID Mohammad Natsir

Untuk mendukung kesiapan mental dan pemahaman terkait tantangan dakwah di daerah, pada tanggal 26 – 27 Desember kemarin, para dai ini telah mendapatkan semacam orientasi yang diberi nama Pembekalan Dai dan Daiyah. Pembekalan ini dilangsungkan di auditorium serba guna Pusdiklat Dewan Dakwah di Bekasi, Jawa Barat.

Selain untuk menyiapkan mental dan pemahaman tentang tantangan dakwah di daerah, acara ini juga dimaksudkan sebagai ajang pewarisan nilai-nilai kejuangan para dai Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Umum Dewan Dakwah Dr. Adian Husaini, mantan Ketua Umum Dewan Dakwah periode 2007 – 2015 K.H. Syuhada Bahri, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, dan banyak unsur Pimpinan Dewan Dakwah yang lainnya.

Dr. Adian Husaini dalam amanatnya antara lain mengingatkan kepada para dai tersebut, agar para dai kembali meluruskan niat terlebih dahulu. Beliau memberi tekanan: “Tidak boleh ada niat lain, selain menegakkan agama Allah.” Ketua Umum Dewan Dakwah itu juga mewanti-wanti tentang besarnya ujian yang akan dihadapi oleh para dai di lapangan. Namun Ia menegaskan bahwa ujian yang paling berat justru kerap datang dari dalam diri para dai sendiri.

Sementara itu Ustadz Misbahul Anam, yang bertanggung jawab langsung terhadap program pengiriman dai ke daerah, dalam arahannya memberikan dorongan bahwa dai Pulang Kampung merupakan suatu kemuliaan, dapat membina kampung yang telah membesarkannya hingga saat ini adalah kesempatan yang amat berharga. Tak banyak orang pintar yang berkesempatan untuk membina kampungnya. Oleh karenanya, para dai harus merintis da’wah dari struktur terkecil yang ada dimasyarakatnya. Hasilnya memang tidak akan bisa dipetik dalam waktu dekat, butuh kesabaran yang ekstra agar dakwah Islam bisa sukses dan hasilnya bisa dinikmati suatu hari nanti.

Baca juga:  Arif Jamali Muis: Warga Persyarikatan Muhammadiyah Jangan Takut Divaksin
Dewan Dakwah Mengirim 123 Dai Dan Daiyah Ke Berbagai Pelosok
STID Mohammad Natsir

Dari 123 dai dan daiyah yang dikirim, kesemuannya adalah alumni STID Mohammad Natsir yang berada di wilayah Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan – Kabupaten Bekasi. Sebagaimana namanya, kampus yang berada dalam naungan Dewan Dakwah ini memang khusus mengembangkan bidang studi yang terkait dengan dakwah Islam.

Para dai dan daiyah ini akan bertugas di 21 provinsi di Indonesia dan akan ditempatkan di 121 titik atau daerah dakwah. Di antara provinsi yang mendapatkan penempatan dai ini adalah: Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Nangroe Aceh Darussalam, dll. Para dai akan mengemban tugas dakwah selama 2 tahun.