Sempat menjadi perbincangan publik tentang praktik belajar-mengajar di DKI Jakarta, Sabtu 2 Januari 2021, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengambil kebijakan bahwa Seluruh Siswa di DKI Jakarta Tetap Belajar dari Rumah, proses pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021 akan tetap dilangsungkan dengan cara daring memingat kondisi pandemi Virus Covid 19 belum usai.

Seluruh Siswa di DKI Jakarta Tetap Belajar dari Rumah
Foto Ilustrasi

Sempat menjadi perbincangan publik tentang praktik belajar-mengajar di DKI Jakarta, Sabtu 2 Januari 2021, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengambil kebijakan bahwa Seluruh Siswa di DKI Jakarta Tetap Belajar dari Rumah, proses pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021 akan tetap dilangsungkan dengan cara daring memingat kondisi pandemi Virus Covid 19 belum usai.

Publik memang sempat bertanya-tanya tentang praktik belajar setelah liburan semester ganjil berakhir, apakah akan tetap melaksanakan proses pembelajaran dari rumah atau sudah akan tatap muka? Pasalnya, pada bulan November lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sempat merencanakan untuk membuka sekolah dalam artian belajar tatap muka akan diselenggarakan kembali pada Januari 2021. Sementara itu masyarakat juga melihat berita, semenjak memasuki bulan Desember angka terinveksi virus Corona justru naik terus. Fakta inilah yang membuat masyarakat bertanya-tanya.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara langsung di semester genap TA 2020/2021. Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR),” Demikian antara lain Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan argumen di balik pengambilan kebijakan tersebut.

Dalam Siaran Pers nomor 1845/SP-HMS/01/2021 yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, juga disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap menjajagi dan bersiap untuk pembelajaran secara tatap muka.

Baca juga:  Satu Tahun Covid-19 Makin Cerdaskah Batin Kita?

Dinas pendidikan bahkan telah menyiapkan laman Siap Belajar yang digunakan sebagai media asesmen untuk mengukur tingkat kesiapan sekolah-sekolah yang ada di seluruh DKI Jakarta dalam menyongsong dimulainya semester genap tahun ajaran 2020/2021. Selanjutnya hasil asesmen itu akan digunakan untuk menilai sekolah-sekolah yang telah siap melakukan proses belajar campuran atau blended learning. Sementara itu yang dimaksud dengan Blended Learning adalah pembelajaran dengan mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dari rumah. Sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria dalam asesmen tersebut akan menjadi sekolah model dalam pelaksanaan blended learning di wilayah DKI Jakarta.

Apapun kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang terpenting adalah dalam rangka memenuhi hak anak. Dalam Undang-undang Perlindungan Hak Anak, setidaknya ada 4 hak dasar yang melekat pada anak; Hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak untuk berpartisipasi.

Melindungi anak agar tidak terkena virus korona adalah amanat undang-undang. Sementara itu memberikan pendidikan juga dalam rangka memenuhi hak tumbuh kembang anak. Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, pilihan penyelenggaraan pendidikan harus benar-benar mempertimbangkan aspek perlindungan atas kesehatan dan keselamatan anak sebagai siswa.

Tetap menggunakan metode belajar dari rumah mungkin pilihan terbaik yang bisa dilakukan. Namun tetap harus ada kreatifitas dalam pengemasan proses dan pesan pembelajarannya. Agar siswa tidak jenuh dan terkena ancaman lain yang juga serius yakni: Kecanduan Gadget!

Baca juga:  Guru Dan Perlindungan Hak Anak

Keluhan siswa tentang praktik pembelajaran dari rumah mestinya menjadi bahan pertimbangan bagi para pihak terkait, agar inovatif dan tak melulu bertumpu pada gadget. Semoga pandemi ini lekas berlalu dan anak-anak dapat belajar secara tatap muka sebagaimana biasanya.