Akademi Riset Islam di Al-Azhar Al-Sharif mengumumkan inisiatif advokasi global pertamanya bekerjasama dengan Badan Pengungsi PBB, UNHCR, untuk menginspirasi kebaikan dan memberikan dukungan bagi para pengungsi yang paling rentan selama bulan-bulan musim dingin.

Akademi Riset Islam Al-Azhar Meluncurkan 30 Hari Kebaikan Bersama UNHCR
Photo by © UNHCR/Andrew McConnell

Inisiatif ini datang dengan dimulainya musim dingin dan memburuknya krisis ekonomi yang diperburuk oleh pandemi Covid-19, menambah tantangan yang dihadapi oleh lebih dari 3,8 juta pengungsi dan internally displaced persons (IDPs) yang sangat membutuhkan bantuan. Inisiatif yang bertajuk “30 Hari Kebaikan”, diluncurkan di bawah bimbingan Dr. Ahmad Al-Tayeb, Imam Besar Al-Azhar, sebagai bagian dari dukungannya terhadap peran kemanusiaan Al-Azhar di tingkat regional dan internasional.

Inisiatif ini akan berjalan dalam bahasa Arab dan Inggris dengan memanfaatkan jaringan media sosial dan tokoh-tokoh berpengaruh, hal ini adalah upaya menyerukan nilai-nilai kemanusiaan dan agama dari orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut dan di seluruh dunia untuk mendukung serta mengadvokasi individu atau keluarga yang membutuhkan kebutuhan dasar, mendorong komunitas muslim dan non-muslim untuk mengambil inisiatif dan membantu IDPs, pengungsi dan semua komunitas yang rentan. Inisiatif ini juga bertujuan untuk menyoroti pentingnya kemitraan strategis antara organisasi keagamaan dan kemanusiaan internasional dalam melayani mereka yang membutuhkan.

Dengan peluncuran program inisiatif pertama ini, Dr. Nazir Ayad, Sekretaris Jenderal Akademi Riset Islam, menyatakan: “Kami sangat senang meluncurkan program inisiatif kemanusiaan ini bersama UNHCR, karena kerja sama ini menggabungkan misi Al-Azhar untuk mempromosikan nilai kemanusiaan Islam dengan kredibilitas UNHCR dan pengalaman luas dalam memberikan perlindungan dan bantuan bagi pengungsi dan IDPs di kawasan dan di seluruh dunia.” Dia menambahkan: “Kami berharap inisiatif bersama ini akan menjadi awal dari kerjasama yang langgeng antara kedua belah pihak, yang bertujuan untuk menyoroti situasi pengungsi dan IDP di dunia, serta kebutuhan dan cara untuk membantu mereka.”

Pada kesempatan peluncuran inisiatif, Khaled Khalifa, Perwakilan Regional UNHCR untuk GCC dan Penasihat Senior untuk Filantropi Islam, mengatakan: “Kami merasa terhormat untuk meluncurkan inisiatif yang luar biasa ini bekerjasama dengan Akademi Riset Islam di Al-Azhar Al- Sharif, yang akan membantu menarik perhatian pada situasi jutaan orang yang terpaksa mengungsi di wilayah MENA dalam menghadapi musim dingin dengan sumber daya terbatas agar mereka tetap hangat.” Dia menambahkan: “Organisasi kemanusiaan internasional, termasuk UNHCR, harus memanfaatkan peran kunci dari institusi keagamaan, seperti Al-Azhar, dalam menarik nilai-nilai kemanusiaan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Kami berharap dapat membangun kemitraan jangka panjang dengan Al-Azhar Al-Sharif untuk melayani pengungsi dan keluarga pengungsi internal.”

Inisiatif bersama akan dilaksanakan dalam empat tahap, masing-masing berlangsung selama satu minggu dan berfokus pada topik tertentu yang akan dikomunikasikan melalui pesan harian.

Baca juga:  Murahnya Tiket Ke Syurga Bagi Perempuan Muslimah

Tahap Pertama, berfokus pada penyediaan tempat berlindung bagi pengungsi, IDPs dan keluarga yang membutuhkan di berbagai negara, terutama mereka yang tidak memiliki tempat tinggal dan tempat berlindung yang memadai untuk berlindung dari kondisi musim dingin yang ekstrim. Pesan tersebut akan mengajak masyarakat untuk berdonasi guna meringankan penderitaan keluarga-keluarga ini dan melindungi mereka dari cuaca ekstrim.

Tahap Kedua, inisiatif akan berfokus pada bantuan makanan, mengundang masyarakat untuk menyediakan makanan hangat untuk setiap keluarga setiap hari, atau berdonasi berupa uang yang senilai dengan makanan ini. Pesan harian sepanjang minggu kedua akan menyoroti pentingnya filantropi kemanusiaan dalam menciptakan solidaritas sosial.

Tahap Ketiga, akan dimulai dengan topik pakaian musim dingin, diikuti oleh Tahap Keempat, yang akan berfokus pada mendukung keluarga yang membutuhkan untuk menemukan sumber pendapatan dan mata pencaharian yang berkelanjutan, untuk membantu mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap bantuan yang diberikan.

Untuk mendorong partisipasi global di media sosial, silahkan kunjungi tautan berikut https://voices.unhcr.org/azhar/ telah disiapkan untuk memungkinkan orang bergabung dengan inisiatif #30daysofkindness dengan menambahkan suara mereka di halaman ini dan menerima pesan harian dari Al Azhar’s Islamic Research Academy dan UNHCR tentang bagaimana membantu pengungsi, IDP dan keluarga yang membutuhkan, dengan tempat tinggal, makanan, pakaian musim dingin dan pengembangan mata pencaharian.