Arab Saudi meluncurkan rencana untuk membangun kota tanpa emisi atau nol karbon di dalam zona bisnis NEOM, pusat bisnis futuristik kerajaan ini direncanakan akan dibangun di sepanjang pantai Laut Merah.

Arab Saudi telah berjanji untuk membangun kota bebas mobil, yang diberi nama ‘The Line’, sebagai langkah besar pertama dalam mengembangkan zona bisnis masa depannya bernama NEOM. Pembangunan akan dimulai dalam beberapa bulan.

Secara resmi Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengumumkan peluncuran pembangunan kota tersebut, yang disebut ‘The Line’, dalam presentasi yang disiarkan secara langsung melalui televisi lokal.

Kota ramah lingkungan dengan “tanpa mobil, tanpa jalan, dan tanpa emisi karbon akan memiliki kapasitas untuk menampung satu juta penduduk,” menurut penguasa de facto dari kerajaan kaya minyak itu.

Ini akan memiliki fasilitas seperti sekolah, pusat kesehatan dan ruang terbuka hijau.

Pembangunan kota akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2021.

“Kita perlu mengubah konsep kota konvensional menjadi kota yang futuristik,” kata Pangeran Mohammed.

NEOM Diperkirakan Akan Menghabiskan Dana Miliaran

Dalam perencanaan kota masa depan tersebut akan ada sistem transportasi umum berkecepatan tinggi, sehingga perjalanan di dalam kota bagi pejalan kaki diperkirakan memakan waktu tidak lebih dari 20 menit, dalam pernyataan pihak NEOM.

Kecerdasan buatan akan memiliki peran penting dalam kota itu, pihak NEOM juga menambahkan bahwa “kota itu akan didukung oleh energi bersih 100 persen, menyediakan lingkungan yang bebas polusi, lebih sehat dan lebih berkelanjutan bagi penduduk”.

NEOM adalah proyek andalan senilai $500 miliar di barat laut Arab Saudi, yang dijadwalkan akan dibangun dari awal area seluas 26.500 kilometer persegi (10.230 mil persegi) dan menghubungkan Yordania dan Mesir melalui wilayah Saudi.

Baca juga:  Dunia Kelembagaan: Mengingat Kesalahan di Masa Lalu

Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan 380.000 pekerjaan dan berkontribusi 180 miliar riyal ($ 48 miliar) untuk PDB kerajaan pada tahun 2030, kata pernyataan NEOM.

Arab Saudi adalah pengekspor minyak mentah terkemuka dunia dan juga salah satu negara yang paling berpolusi.