Mensyukuri adalah menerima dan mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur atas apa yang Allah berikan, namun ketika tidak melakukan itu berarti engkau tidak merasakan dan menerima apa yang telah Allah berikan kepadamu.

Hakikat Syukur Serta Perwujudannya Dalam Kehidupanmu
Foto oleh Mykyta Martynenko di Unsplash

Janganlah engkau mengatakan bahwa dirimu adalah orang yang melalaikan perintah yang Allah berikan, tetapi katakanlah bahwa aku tidak menyukuri atas apa yang telah Allah berikan kepadaku. Melalaikan dan tidak menyukuri adalah sesuatu yang berbeda, melalaikan adalah mengabaikan apa yang seharusnya kamu lakukan, sedangkan tidak menyukuri adalah merasakan apa yang engkau dapat, lalu engkau tidak meberikan rasa terima kasih terhadap yang memberinya.

Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang akan terjadi pada-Nya, ketika makhluk-Nya tidak melakukan apapun untuk beribadah kepada-Nya. Namun yang terjadi adalah kepada makhluk-Nya, makhluk-makhluk yang tidak menerima, tidak menyukuri atas apa yang Allah berikan, maka dia tidak akan mendapatan dan merasakan kenikmatan dalam kehidupannya.

Mensyukuri adalah menerima dan mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur atas apa yang Allah berikan, namun ketika tidak melakukan itu berarti engkau tidak merasakan dan menerima apa yang telah Allah berikan kepadamu. Menyukuri adalah wujud dari apa yang harus engkau lakukan, dan harus engkau persembahkan terhadap siapa pun yang telah memberikan sesuatu kepadamu.

Kepada Allah-lah selayaknya dan seharusnya engkau wujudkan syukur itu dengan menghamba kepada-Nya. Menghamba kepada-Nya adalah menjalankan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.

Syukur itu akan terpancar dalam kehidupanmu, orang-orang yang bersyukur adalah mereka yang mengabdi kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang menjadikan dirinya adalah kehidupannya, yang menjadikan dirinya adalah pengabdiannya, dan menjadikan pengabdiannya adalah syukurnya atas apa yang telah Allah berikan kepadanya.

Baca juga:  Murahnya Tiket Ke Syurga Bagi Perempuan Muslimah

Seorang yang bersyukur dapat ditunjukkan dengan cara dia bersungguh-sungguh untuk menyukuri apa yang telah Allah berikan kepadanya. Wujud syukur dapat terlihat ketika seorang hamba terus berjalan dan menafakuri kehidupan ini. Wujud syukur dapat terlihat ketika orang-orang yang dianugerahi Allah dengan apapun yang diberikan kepadanya lalu dia mempersembahkan apa yang diberikan Allah itu untuk menjadikan manfaat kepada orang-orang yang membutuhkannya. Wujud syukur dapat terlihat ketika engkau menjadikan dirimu adalah seorang penghamba, bukan seorang yang kemudian merasakan dirinya adalah orang-orang tidak membutuhkan pertolongan.

Syukur itu akan dikategorikan sampai pada derajat yang tinggi ketika engkau merasakan apa yang engkau terima adalah kehendak-Nya, apa yang engkau rasakan adalah kehendak-Nya, apa yang engkau miliki adalah kehendak-Nya, dan apa yang terjadi pada dirimu adalah kehendak-Nya. Itu adalah wujud syukur yang sesungguhnya,

Orang-orang yang tidak bersyukur tidak permah menganggap bahwa apa yang didapatkannya dan apa yang diperolehnya adalah wujud kemahacintaan Allah kepadanya. Orang-orang yang tidak bersyukur menganggap bahwa tanpa ikhtiarnya dia tidak memperoleh apapun dalam kehidupannya. Orang yang tidak bersyukur menganggap bahwa Tuhan itu adalah jauh dan Tuhan tidak memberikan apa yang dibutuhkannya.

Orang-orang yang tidak bersyukur menganggap bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah ikhtiarnya dan selama ikhtiarnya berjalan maka kehidupannya berjalan, sedangkan apabila ikhtiarnya tidak berjalan maka kehidupannya akan berhenti, itulah tanda-tanda orang yang tidak bersyukur. Orang yang tidak bersyukur tidak memahami bahwa ikhtiarnya itu karena kehendak-Nya. Karena sesungguhnya tidak ada orang yang mampu beriktiar tanpa kehendak-Nya, sehingga seluruh kehidupan ini dan apa yang terjadi dalam kehidupan ini adalah tanda-tanda bahwa Allah berkehendak akan kehidupan ini.