Justru fakta-fakta yang muncul dari Hadist Rasulullah ﷺ yang lain, kaum perempuan muslimah atau para istri sesungguhnya memiliki jalur masuk syurga yang lebih mudah.

Murahnya Tiket Ke Syurga Bagi Para Istri
Foto oleh Mihai Surdu di Unsplash

Sering kita mendengar para penceramah meriwayatkan hadist Rasulullah ﷺ yang menyebutkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum perempuan. Riwayat ini benar adanya. Hadisnya pun hadist sahih.

Tentu banyak kaum perempuan muslimah yang was-was dengan hadist ini. Bahkan diam-diam banyak pula kaum perempuan merasa iri, syurga ternyata lebih mudah di dapatkan oleh kaum laki-laki. Benarkah seperti itu?

Sebagai kaum beriman, kita wajib mengimani bahwa Allah ﷻ itu Maha Adil. Allah memberikan hak yang sama kepada muslimah yang bertaqwa dan muslimin yang bertaqwa. Ganjarannya sama, syurga Allah. Bahwa kemudian Rasulullah memberikan informasi bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum perempuan, bukan berarti Allah tidak adil kepada kaum perempuan.

Kita manusia adalah makhluk yang bebas memilih. Jalan Allah telah jelas, mana yang hak dan mana yang batil. Allah juga telah memberikan konsekwensi yang sama atas semua pilihan yang kita ambil, tanpa memandang laki-laki atau perempuannya.

Nah, jumlah penduduk neraka yang disinyalir oleh Rasulullah ﷺ lebih banyak dari kalangan kaum perempuan, sesungguhnya lebih terkait dengan pilihan yang diambil dalam memanfaatkan kebebasan yang Allah berikan. Sama-sekali bukan karena Allah ﷻ tidak adil terhadap kaum perempuan.

Justru fakta-fakta yang muncul dari Hadist Rasulullah ﷺ yang lain, kaum perempuan muslimah atau para istri sesungguhnya memiliki jalur masuk syurga yang lebih mudah. Tiket ke syurga bagi para ibu rumah tangga ternyata lebih murah/gampang.

Fakta-fakta ini penting dipahami kaum perempuan atau para isteri, agar tidak frustasi dengan kabar bahwa neraka didominasi kaum perempuan. Sesungguhnya Allah telah memberikan fasilitas dan kemudahan bagi kaum perempuan atau istri, untuk menggapai syurga-Nya. Berikut adalah fakta-faktanya:

Pertama, Memperoleh syurga cukup berbekal rida suami. Tentu ini berlaku bagi muslimah. Tidak berlaku bagi perempuan non-muslim.

Baca juga:  Doa Ibu Memiliki Daya Ampuh Laksana Bisikan Keramat

Jika anda kaum perempuan dan berkedudukan sebagai seorang suami, jika anda meninggal dunia dalam kondisi suami rida, maka anda dijamin masuk syurga. Perhatikan hadist Rasulullah SAW berikut:

“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” — HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854

Suami yang rida maksudnya adalah: anda sebagai kaum perempuan atau istri yang beriman, memperhatikan semua kewajiban seorang istri kepada suaminya dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya. Sehingga suami senang dan tak pernah mengeluhkan sikap dan kewajiban anda sebagai istri.

Jadi untuk memperoleh syurga, kaum perempuan tak harus pergi jauh-jauh ke medan perang. Cukup anda berjihad dengan berbakti pada suami dan mendidik anak-anak secara baik. Lucunya, kaum perempuan justru banyak yang emoh jalan ke syurga yang murah-meriah ini.

Mereka justru senang mengambil jalan terjal dan penuh onak duri. Rajin ke majelis taklim tapi penuh ria, bukan sibuk dengan tholabul ilmi-nya, tapi lebih suka memperhatikan busana apa yang harus dikenakan saat hadir di majelis taklim. Tampil luar biasa cantik dan wangi, yang entah disengaja atau tidak membikin para ustadz kebat-kebit hatinya. Ini jalan menuju syurga yang penuh onak dan duri, alias tidak mudah.

Bukannya dapat ilmu dan menaikkan kualitas takwa. Rajin hadir di majelis taklim jika tidak dibarengi dengan kemampuan menata hati dan niat yang bersih, justru membuat para istri terjebak dalam ujub-bangga diri, ria-suka pamer, sum’ah-suka menceritakan kebaikan diri dalam rangka menangguk pujian atau sanjungan, fitnah, dan ghibah.

Bukan gak boleh taklim, tapi pilihlah majelis ilmu dengan hati-hati dan jauhilah potensi timbulnya fitnah. Terus terang saja, harus disadari majelis taklim sekarang ini telah banyak yang terkontaminasi sebagai lifestyle atau gaya hidup ketimbang sebagai sarana tholabul ilmi.

Cara mengeceknya mudah. Jika taklim anda benar, maka akan meningkatkan sikap taat anda pada suami dan menyadari sepenuhnya bahwa ladang jihad anda yang paling utama adalah di rumah. Bukan justru bersibuk-sibuk ria diluar dan mengabaikan kewajiban kepada suami dan anak-anak. Mari kita introspeksi dengan rendah hati.

Baca juga:  Penyelidikan Hope Uni Emirate Arab (UEA) Menjadi Yang Pertama Dalam 3 Misi Mars

Kedua, cukup dengan sholat lima waktu, berpuasa, menjaga kemaluan, dan taat pada suami. Kaum perempuan atau para istri dipersilahkan untuk masuk syurga melalui pintu mana saja yang ia suka. Ini mengacu pada sabda Rasulullah SAW berikut:

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” — HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471

Empat hal itu tidak cukup banyak. Empat hal yang sesungguhnya mudah. Karena anak-anak pun telah melakukan kewajiban tersebut dan mereka mampu. Artinya, betapa kasih-sayangnya Allah ﷻ kepada kaum perempuan. Pintu syurga seakan diobral untuk mereka. Dengan 4 hal sederhana, kaum perempuan atau para istri boleh memilih pintu syurga mana yang mereka kehendaki.

Tapi lagi-lagi semuanya tergantung kepada kaum perempuan sendiri. Kebebasan memilih itu hak yang sepenuhnya anda miliki. Gunakan kebebasan yang telah Allah anugerahkan dengan bijaksana, akhirat itu kekal dan dunia itu fana.

Wallahu a’lam.