Qusthul Hindi (Kayu India) adalah tanaman obat yang tumbuh di lembah tinggi Kashmir dan Himalaya, obat herbal ini dapat membantu meredakan gejala pilek dan flu, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan secara umum. Belakang qusthul hindi menjadi trending topic di kalangan warganet karena memiliki manfaat yang mampu menyembuhkan penyakit Covid-19.

Manfaat Yang Terkandung Dalam Qusthul Hindi
Foto oleh Mika Baumeister di Unsplash

Penyakit Coronavirus (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus korona yang baru diidentifikasi bernama SARS-CoV-2, dimana Kota Wuhan menjadi tempat wabah pertama kali bermula pada Desember 2019. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus Covid-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Orang tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit serius.

Namun pada perkembangannya Covid-19 telah menyebabkan pandemi penyakit pernafasan di seluruh dunia, sehingga banyak negara-negara mengambil tindakan cepat dengan menutup seluruh akses keluar dan masuk perjalanan internasional secara total. Sehingga vaksin menjadi andalan bagi setiap negara untuk memperbaiki kondisi pandemi saat ini, beberapa perusahaan yang saat ini sudah mulai memproduksi vaksin yaitu Sinovac Biotech asal China, Moderna asal Amerika Serikat, dan Pfizer–BioNTech asal Jerman.

Ada Perbedaan Antara Qusthul Hindi Dan Qusthul Bahri.

Nama lain Qusthul Hindi dalam beberapa bahasa:

  • Dalam bahasa Arab dikenal dengan nama Qust.
  • Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Costus.
  • Dalam bahasa India dikenal dengan nama Kusth.
  • Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Kayu India.
  • Sedang Quts memiliki nama latin dalam bidang biologi yaitu Saussurea costus.

Qusthul Hindi biasa di jual dalam bentuk bubuk, tapi sebaiknya kenali dulu bentuknya agar tidak tertukar dengan Qusthul Bahri. Karena perbedaan yang sangat mencolok dari keduanya adalah warnanya, dimana Qusthul Hindi memiliki warna yang lebih gelap dan rasa pahit yang kuat, sementara Qusthul Bahri memiliki warna yang terang dan rasa yang tidak begitu pahit. Dan pemanfaatan dari keduanya pun berbeda, dimana Qusthul Hindi digunakan sebagai obat-obatan sementara Qusthul Bahri biasa digunakan sebagai bahan wewangian, atau biasa orang mengenalnya dengan nama Kayu Gaharu.

Jadi perlu diperhatikan bahwa Qusthul Hindi dan Qusthul Bahri dua zat yang berbeda, baik dari sisi warna sampai dengan pemanfaatannya.

Hasil Penelitian Qusthul Hindi Dari Beberapa Jurnal Ilmiah.

Ada beberapa jurnal ilmiah yang memaparkan hasil penelitian dari Qusthul Hindi, dimana hasil dari penelitian tersebut ada beberapa kaitannya dalam pencegahan serta penyembuhan yang diakibatkan oleh virus Covid-19.

  • Jurnal Mahmoud Saif-Al-Islam dari Tropical Medicine and Gastroenterology Department, Sohag University
    Hospital, Faculty of Medicine, Mesir.

Dalam abstraksi jurnalnya Mahmoud Saif-Al-Islam mengatakan bahwa “Saussurea costus (bahasa latin qusthul hindi) adalah tanaman populer untuk kepentingan medis, akarnya banyak digunakan untuk tujuan penyembuhan sepanjang sejarah manusia dengan keamanan dan efektivitas yang tinggi. Penelitian sebelumnya mengungkapkan adanya banyak molekul fitokimia bioaktif yang memiliki sifat antiseptik, antibakteri, antijamur, antivirus, antiinflamasi, antioksidan, anti-lipid peroksidasi, imunostimulan, imunomodulasi, analgesik, bronkodilor, hepatoprotektif, dan antihepatotoksik. S. Costus memiliki efek imunomodulator pada pelepasan sitokin dan memiliki zat penghambat pelengkap yang membantu dalam pengobatan beberapa penyakit yang berhubungan dengan aktivasi sistem komplemen yang ditandai, seperti gangguan pernapasan.”

Jurnal tersebut dapat di baca secara lengkap di sini.

  • Jurnal Nagwa M. Sidkey, Et al. dari Botany & Microbiology Department, Al Azhar University, Faculty of Science, Mesir.

Dalam abstraksi jurnalnya Nagwa M. Sidkey, Et al. mengatakan “Dalam penelitian ini, percobaan dilakukan untuk menemukan agen aktif biologis yang diisolasi dari Costus speciosus untuk mengendalikan resistensi yang dibangun oleh mikroorganisme patogen terhadap antibiotik. Rimpang dua varietas costus yaitu. Qust Hindi dan Qust Bahri dilakukan. Costus speciosus dikeringkan, digiling dan diekstraksi dengan metanol dan air. Ekstrak tersebut diuji aktivitas antimikrobanya terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA,I3), E.coli, I5 dan Candida albicans yang diisolasi dari Rumah Sakit King Fahd, Al Madinah Al Munawarah, KSA.”

Dari kutipan hasil kesimpulannya Nagwa M. Sidkey, Et al. mengatakan bahwa “Ekstrak air Qust Hindi lebih efektif sebagai agen antimikroba dibandingkan Qust Bahri dalam kasus MRSA, I3 dan E.coli, I5. Tidak ada efek bakterisidal yang tercatat pada kasus E.coli, I5, dan hanya efek bakteriostatik. Zona penghambatan bakteriostatik terlihat di sekitar zona penghambatan bakterisidal dengan diameter 41 mm untuk steril dan 34,5 mm untuk Qust Hindi non steril terhadap MRSA, I3. Qust Hindi ditemukan diaktifkan setelah perawatan autoklaf, ini menunjukkan bahwa suhu tinggi mengaktifkan aktivitas antimikroba dari ekstrak air Qust Hindi”

Dari kesimpulan tersebut dapat diketahui bahwa Qusthul Hindi sangat efektif jika diseduh dengan menggunakan air panas.

Baca juga:  Pancasila Dalam Pendidikan Karakter Bangsa Memerlukan Nilai Ideologis

Jurnal tersebut dapat di baca secara lengkap di sini.

  • Jurnal Manal Othman Al-Kattan dari Department of Microbiology, King AbdulAziz University, Faculty of Science, Saudi Arabia.

Dalam abstraksi jurnalnya Manal Othman Al-Kattan mengatakan bahwa “Bakteri patogen pada sistem pernapasan manusia ditandai dengan resistensi terhadap sebagian besar antibiotik. Staphylococcus aureus (S. aureus) dan Klebsiella pneumonia (K. pneumonia) merupakan beberapa bakteri patogen pada sistem pernafasan manusia yang sering menjadi penyebab pneumonia dan meningitis. Selain itu, mereka adalah jenis bakteri yang paling menonjol di kebanyakan rumah sakit. Resistensi bakteri terhadap antibiotik terjadi sebagai akibat penggunaan antibiotik yang berlebihan dalam pengobatan penyakit. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif pengobatan yang lebih aman untuk pengobatan bakteri tersebut. Pengobatan alternatif, khususnya, telah mengungkapkan banyak tumbuhan dan tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan beberapa penyakit termasuk penyakit pernafasan.”

Beliau memaparkan bahwa tujuan dari penelitiannya itu adalah “Untuk mengetahui pengaruh Indian Costus (Qusthul Hindi) dan sea-Qust (Qusthul Bahri) terhadap bakteri patogen; Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, S. aureus dan K. pneumonia. Selain itu, pengaruh ekstrak air dari Kosta India dan qust laut pada S. aureus dan K. pneumonia juga ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek antibakteri dari dua jenis akar costus kering terhadap semua bakteri uji terutama pada konsentrasi tinggi. Selain itu, ekstrak air dingin atau panas Indian Costus sangat efektif melawan bakteri uji pada konsentrasi 20% hingga 25%, sedangkan ekstrak panas sea-Qust lebih efektif melawan bakteri uji daripada ekstrak dinginnya pada semua konsentrasi yang digunakan.”

Dalam jurnal yang di tulis oleh Manal Othman Al-Kattan juga diketahui penggunaan Qusthul Hindi dengan air panas lebih efektif untuk melawan bakteri.

Jurnal tersebut dapat di baca secara lengkap di sini.

Apa Manfaat Yang Terkandung Dalam Qusthul Hindi?

Dalam ilmu pengobatan Islam atau biasa dikenal dengan istilah Thibbun Nabawi, Qusthul Hindi sudah dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan, Rasulullah ﷺ juga pernah mengatakan dalam haditsnya terkait pemanfaatan Qusthul Hindi sebagai obat.

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ يُسْتَعَطُ بِهِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dia berkata; saya mendengar Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari Ummu Qais binti Mihshan berkata; saya mendengar Nabi ﷺ bersabda, “Gunakanlah dahan kayu India, karena di dalamnya terdapat tujuh macam penyembuh, dan dapat menghilangkan penyakit (racun) di antaranya adalah radang penyakit paru.’ Ibnu Sam’an berkata dalam haditsnya, “Karena sesungguhnya padanya terdapat obat dari tujuh macam jenis penyakit, di antaranya adalah radang penyakit paru (dada).” — HR. Bukhari No.5260

Dilansir dari situs Achlim Health & Care, bahwa Qusthul Hindi memiliki beberapa manfaat seperti:

  • Mengobati demam.
  • Meningkatkan panas dalam tubuh.
  • Mengurangi tekanan darah.
  • Mengurangi lemak.
  • Melawan infeksi.
  • Mengurangi peradangan.
  • Meredakan nyeri dengan baik.
  • Mengobati penyakit kulit.
  • Dapat meningkatkan pertumbuhan rambut.
  • Menghilangkan racun dari tubuh.
  • Penyakit kulit seperti gatal dan eksim.
  • Masalah imunitas dan batuk pilek.
  • Kelemahan saraf dan kelumpuhan.
  • Tekanan darah rendah.
  • Masalah pada sistem pencernaan.
  • Mengobati masalah menstruasi.
Baca juga:  Kini Vaksin Covid 19 Menjadi Harapan Seluruh Negeri

Qusthul Hindi Sebagai Obat Herbal Pencegahan dan Penyembuhan Covid-19.

Jurnal penelitian mengenai manfaat dari Qusthul Hindi ternyata sudah banyak, dan bahkan jika mencarinya di situs Google Scholar dengan kata kunci “Saussurea Costus”, ada sekitar lima puluhan jurnal yang menyiggung terkait Qusthul Hindi. Tapi sampai saat ini belum ada sumber yang mengkaji secara ilmiah dan menyatakan bahwa Qusthul Hindi dapat mencegah serta menyembuhkan penyakit virus Covid-19.

Setidaknya ini bisa dijadikan sebuah usaha atau ikhtiar untuk mendapatkan kesehatan serta kesembuhan, jika menelisik beberapa jurnal terkait Qusthul Hindi, maka bisa didapatkan informasi terkait manfaat yang dihasilkan dengan mengkonsumsi obat herbal tersebut, selain itu hadits Rasulullah ﷺ dengan derajatnya yang shahih membuktikan tentang pemanfaatan Qusthul Hindi sebagai obat radang penyakit paru (selaput dada).

Dalam jurnal Manal Othman Al-Kattan dikatakan bahwa “Staphylococcus aureus (S. aureus) dan Klebsiella pneumonia (K. pneumonia) merupakan beberapa bakteri patogen pada sistem pernafasan manusia yang sering menjadi penyebab pneumonia dan meningitis.”, dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa “Ekstrak air dingin atau panas Indian Costus sangat efektif melawan bakteri uji pada konsentrasi 20% hingga 25%”. Ini membuktikan bahwa Qusthul Hindi dapat dijadikan obat penyembuhan pada sistem pernafasan manusia. Bukankah efek dari virus Covid-19 dapat mengganggu sistem pernafasan seseorang?

Bagaimana Cara Menggunakan Qusthul Hindi?

Berikut beberapa cara menggunakan bubuk Qusthul Hindi disesuaikan dengan kebutuhannya:

Keterangan: sdt = sendok teh

  • 1 sdt kayu india, 1 sdt madu dalam air hangat, idealnya saat perut kosong, sekali sehari.

Ini digunakan untuk mengobati: sakit perut, sakit perut, diare, sembelit, masalah usus besar, pembekuan darah, tumor, kanker, kolesterol, tekanan darah tinggi, asma, masalah pernapasan, membersihkan rahim, meningkatkan kesuburan, memperkuat otot setelah persalinan, berkontraksi kandungan, membantu penurunan berat badan (minum dua kali sehari, pagi dan sore), diabetes (tanpa madu).

  • 1 sdt kayu india, 1 sdt madu, aduk rata dan oleskan ke permukaan kulit. Biarkan selama 2 jam lalu bilas.

Digunakan untuk mengobati: jerawat, jerawat, flek, bekas luka, luka bakar, ruam popok, gigitan nyamuk, eksim, sariawan, wasir dan sebagai masker wajah.

  • 1 sdt kayu india, 1 gelas air, rebus bersama selama 2 menit dan biarkan dingin. Kocok dan oleskan 3 tetes di setiap lubang hidung.

Ini digunakan untuk mengobati: mimisan, pilek, desinfektan luka.

  • 1 sdt kayu india, oleskan langsung ke kulit.

Ini digunakan untuk mengobati: kaki atlet. Juga digunakan sebagai deodoran alami.
Konsumsi secara oral dengan makanan atau minuman, seminggu sekali.
Ini digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan.

  • 1 sdt kayu india, 1 gelas minyak kelapa. Letakkan di atas api kecil selama 5 menit dan biarkan dingin. Kocok dengan baik dan oleskan ke kulit.

Itu digunakan untuk mengobati; ketombe, rambut rontok, rematik, reumatik, eksim, gigitan, flek, perubahan warna kulit.

Efek Samping Dari Penggunaan Qusthul Hindi.

Dosis Qusthul Hindi yang tepat bergantung pada beberapa faktor seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Seperti halnya ramuan apa pun, tanyakan kepada dokter sebelum meminumnya. Tidak untuk digunakan saat hamil karena salah satu efek dari penggunaan Qusthul Hindi dapat menyebabkan panas berlebih di dalam tubuh. Jadi, periksakan ke dokter jika minum obat pengencer darah atau obat tekanan darah tinggi sebelum meminumnya.

Untuk ibu hamil dan menyusui: Tidak ada cukup informasi yang dapat dipercaya tentang keamanan mengambil costus jika sedang hamil atau menyusui. Karena itu, tetap berada di sisi yang aman dan hindari penggunaan.

Alergi terhadap ragweed dan tanaman terkait: Sebaliknya, Qusthul Hindi dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang alergi terhadap famili tumbuhan Asteraceae dan Compositae. Anggota keluarga ini termasuk ragweed, krisan, marigold, aster, dan banyak lainnya. Jika memiliki alergi, pastikan untuk memeriksa dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengambil costus.