Kecerdasan natural ditandai dengan kemampuan dalam mengenali dan mengelompokkan spesies flora dan fauna yang berbeda-beda yang ada di lingkungan sekitar dan juga fenomena alamnya (gunung, awan, bebatuan).

Memahami Kecerdasan Majemuk Bagian Dua
Foto oleh Oriol Pascual di Unsplash

Dalam tulisan sebelumnya telah dibahas empat jenis kecerdasan. Kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis/logis, cecerdasan kinestetik dan kecerdasan interpersonal. Dalam bagian kedua ini akan dibahas kecerdasan intrapersonal, kecerdasan natural, kecerdasan musik dan kecerdasan spasial.

  • Kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk mengakses dan memahami pengalaman internal dirinya. Karena punya pemahaman yang baik terkait dirinya, orang dengan kecerdasan ini punya pemahaman yang tepat terkait bagaimana dirinya menempatkan diri saat berinteraksi dengan orang lain. Orang dnegan kecerdasan ini punya kemampuan bekerja seorang diri, juga mampu menunjukkan kreativitasnya dengan menghasilkan karya berupa, misalnya hasil penelitian, tulisan, maupun lagu.

Bersama dengan kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal tumbuh sejak awal, yakni saat ibunya membangun kenyamanan sosial dan emosional melalui pengasuhan pada masa bayi. Adanya lingkungan sosial dan fisik yang menyertainya setiap hari, kesadaran atas identitas dan eksistensi diri anak terbentuk dengan baik.

Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik adalah sebagai berikut:

a. Sadar akan emosi-emosinya;
b. Memiliki cara untuk mengekspresikan berbagai perasaan dan pemikirannya;
c. Mengembangkan model diri yang kuat;
d. Termotivasi untuk mengidentifikasi dan memperjuangkan tujuannya;
e. Hidup dalam suatu sistem nilai etika atau agama;
f. Penasaran akan makna dan tujuan hidup;
g. Berusaha mencari dan memahami pengalaman batinnya sendiri;
h. Berusaha untuk mengaktualisasikan diri;
i. Punya tanggung jawab yang bersifat kemanusiaan.

Orangtua dapat menumbuhkan kecerdasan intrapersonal anaknya dengan cara memberi pemahaman tentang emosi-emosi yang dialami. Orangtua juga bisa mengajak anak berdialog tentang aktivitas dan pengalaman yang dialami sehari-hari dan merefleksikan apa makna pengalaman tersebut bagi dirinya. Orangtua memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya tentang suatu peristiwa. Orangtua mengajak anak untuk melakukan evaluasi diri sehingga memungkinkan anak belajar tentang apa yang baik dan buruk, apa kelebihan dan kekurangannya. Orangtua juga bisa mendorong anak membiasakan menuliskan perasaan, pikiran, dan pengalamannya dalam buku catatan harian.

Orang dengan kecerdasan ini dapat mengaktualisasikan kecerdasannya dengan berprofesi sebagai agamawan, psikolog, terapis, pelatih meditasi, filosof, dan guru.

  • Kecerdasan natural

Kecerdasan natural ditandai dengan kemampuan dalam mengenali dan mengelompokkan spesies flora dan fauna yang berbeda-beda yang ada di lingkungan sekitar dan juga fenomena alamnya (gunung, awan, bebatuan). Jika ditilik dari sejarah perkembangan manusia, adanya kecerdasan ini memungkinkan umat manusia bisa bertahan hidup. Kecerdasan ini nampak pada nenek moyang kita yang aktivitas sehari-harinya tidak lepas dari berburu, meramu, dan bertani/berkebun.

Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik adalah sebagai berikut:

Baca juga:  Mengarus-utamakan Isu Pendidikan Dalam Konstelasi Politik

a. Tertarik pada fenomena alam, hewan, dan tumbuhan;
b. Mampu melakukan pengelompokan jenis-jenis mahluk hidup yang serumpun;
c. Tertarik dengan aktivitas yang berhubungan dengan alam bebas seperti mendaki gunung, susur pantai, dan sebagainya;
d. Sensitif perasaannya terhadap apa yang dialami oleh hewan atau tumbuhan;
e. Peduli dengan adanya peristiwa atau tindakan yang menggangu keseimbangan alam dan ekosistem.

Orangtua dapat menumbuhkan kecerdasan natural pada anaknya dengan mengenalkan anak pada lingkungan alam sekitar. Orangtua mengajak anak berinteraksi dengan mahluk hidup, misalnya mendorong anak memelihara dan merawat hewan kesayangan (burung, kelinci, dan sebagainya). Mengajak anak berkebun di pekarangan rumah dengan merawat dan menyiram tanaman.

Mengajak anak mengunjungi kebun binatang. Mengajak anak mengunjungi museum hewan maupun tumbuhan. Mengajak anak melakukan petualangan kecil di pegunungan, hutan, pantai, sungai, atau sawah. Mengajak anak memancing dan berkemah. Menyediakan buku dan majalah yan mengulas tumbuhan, hewan, dan alam agar anak lebih dekat dengan alam dan berbagai jenis makhluk hidup di dalamnya.

Orang dengan kecerdasan ini berkarier sebagai ahli lingkungan, geolog, fotografer lingkungan, ahli klimatologi, antropolog, pekerja sosial, dan ahli botani.

  • Kecerdasan musik

Orang dengan kecerdasan ini punya kemampuan dalam auditorial, dalam hal ini mereka sensitif terhadap melodi, ritme, dan nada. Mereka mampu mendengar, mengenali, memainkankan instrumen, dan mencipta musik. Dalam perspektif perkembangan, ketertatikan anak pada musik terjadi pada usia yang sangat dini. Jauh sebelum anak dapat memainkan alat musik, anak sudah mahir dalam ritme dan suara/bunyi.

Musik yang didengarkan anak di rumah maupun di lingkungan sekitar memberi dasar yang penting bagi pengalaman bermusik pada anak. Kecerdasan musik ini dapat tumbuh matang dengan cepat bahkan anak bisa mahir bermain musik sejak usia dini. Mozart misalnya, terlihat kemampuan musiknya sejak usia 3 tahun dan dapat membuat komposisi sendiri sejak usia 5 tahun.

Banyak filosof zaman dahulu yang menghargai musik sebagai bagian penting dari perkembangan manusia. Plato berpendapat bahwa irama dan harmoni yang masuk ke dalam jiwa manusia dapat memberi kenikmatan bagi tubuh dan pikiran. Sementara Aristoteles berkata bahwa kita akan mencapai kualitas karakter tertentu dengan menghargai musik.

Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan musik adalah sebagai berikut:

a. Punya ketertarikan terhadap berbagai bunyi, termasuk suara manusia, suara dari lingkungan alam, dan suara dari instrumen musik;
b. Merespon musik secara kinestetik dengan cara menjadi konduktor, memainkan alat musik, dan berdansa;
c. Mengenali dan mendiskusikan berbagai jenis musik, aliran dan variasi budayanya;
d. Mengoleksi musik dan informasi tentang musik dalam berbagai bentuk baik rekaman maupun cetakan;
e. Mengembangkan kemampuan menyanyi maupun memainkan instrumen baik sendiri maupun bersama orang lain;
f. Mampu menciptakan komposisi musik maupun menciptakan suatu instrumen musik.

Baca juga:  Seberapa Sibuknya Kita Mengenang Masa Lalu?

Orangtua dapat menumbuhkan kecerdasan musik pada anaknya dengan cara mengenalkan musik sejak dini. Di rumah orangtua bisa menyetel musik dari berbagai aliran yang berbeda-beda agar anak belajar berbagai nada dan suara instrumen musik.

Orangtua mengenalkan alat musik yang bisa dimainkan dan dipelajari oleh anak. Guru menyediakan berbagai alat musik yang bisa dimainkan anak didik. Guru bisa menugasi anak didik menghafal dan menyanyikan lagu-lagu nasional maupun daerah.

Orang dengan kemampuan musik dapat berkarier sebagai penyanyi, pencipta lagu, musisi, komposer, konduktor, pembuat alat musik, dan guru musik.

  • Kecerdasan spasial

Orang dengan kecerdasan spasial punya kemampuan yang berhubungan dengan ruang. Mereka memiliki kapasitas untuk berpikir dengan cara tiga dimensi. Mereka punya kemampuan dalam memanipulasi gambar, kemampuan dalam artistik, dan navigasi.

Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan spasial adalah sebagai berikut:

a. Belajar dengan melihat dan mengamati.
b. Mampu mengarahkan dirinya secara efektif dalam suatu ruang, misalnya mengemudikan mobil dengan baik di tengah kepadatan lalu lintas, menemukan jalan di hutan belantara, mengendalikan perahu dengan baik di tengah arus sungai yang deras;
c. Mengunakan gambar visual sebagai alat bantu dalam mengingat;
d. Mampu membaca dengan baik berbagai grafik, bagan, peta, dan diagram;
e. Menikmati gambar hasil lukisan, ukiran, dan pahatan;
f. Cakap mendesain suatu benda secara abstrak;
g. Mampu menciptakan karya seni baik dua dimensi maupun tiga dimensi.

Orangtua dapat menumbuhkan kecerdasan ini dengan cara menciptakan lingkungan yang menarik secara visual maupun ruang. Rumah ditata secara baik sehingga sedap dipandang. Perabot ditata sedemikian rupa sehingga ruangan dapat berfungsi optimal dan penghuni rumah dapat beraktivitas dengan baik. Dinding-dinding rumah dipajang objek (foto, lukisan) yang menarik perhatian.

Hasil karya seni tiga dimensi dihadirkan di dalam rumah. Anak dapat dilibatkan dalam permainan tiga dimensi seperti membuat kerajinan tangan (dari kertas, bambu, tanah liat, dan sebagainya). Guru dapat mengajak anak didik mempercantik dinding ruangan dengan berbagai pernak-pernik. Guru mengajak anak membuat berbagai kerajinan tangan.

Orang dengan kemampuan spasial dapat berkarier sebagai pelaut, pilot, pemahat, pelukis, arsitek, ahli mekanik, tukang kayu, desainer interior, desainer grafis, fotografer, dan pelatih sepakbola.