Pemerintah Kamboja akan segera membentuk departemen urusan halal di bawah naungan Ministry of Commerce’s General Department of Consumer Protection, Competition and Fraud Prevention (CCF).

Departemen Halal di Bawah Kementerian Perdagangan Kamboja
Foto di Pj Go di Unsplash

“Diskusi ini difokuskan untuk merevisi beberapa pasal dalam surat keputusan tersebut untuk memasukkan komposisi baru (rincian tentang departemen halal),” kata Osman Hassan selaku wakil ketua Cambodian Halal Steering Committee (CHSC) pada rapat pertemuan dengan Kementrian Perdagangan Kamboja untuk membahas draf Surat Keputusan No 160 tanggal 29 Juli 2016.

Direktur Jenderal CCF Phan Oun mengatakan bahwa pemerintah juga akan mengubah keputusan tersebut untuk menyesuaikan komposisi CHSC.

Dia berkata: “Panitia ini mungkin juga melihat komposisi baru karena adanya perubahan dan promosi ke arah yang baru. Kami kemudian akan membentuk departemen urusan halal di bawah CCF.”

Setelah keputusan tersebut diterapkan secara resmi, Phan Oun mengatakan departemen urusan halal akan segera beroperasi, dan petugas kepolisian akan memeriksa data hukum dan menegakkan hukum pelabelan halal di semua perusahaan.

Dia berkata: “Setelah komposisinya sempurna, kami akan memiliki manajemen produk halal yang lebih ketat dan inspeksi perusahaan kecil dan menengah (UKM) untuk memasang label halal dengan benar sesuai dengan standar teknis Kamboja.”

Kesepakatan umum di antara sektor swasta adalah bahwa langkah tersebut akan berkontribusi pada promosi produk pariwisata dan memikat wisatawan setelah kasus Covid-19 berhasil dikendalikan.

Chhay Sivlin selaku presiden dari Cambodia Association of Travel Agents (CATA) mengatakan pengelolaan produk halal yang tepat, terutama makanan yang akan memainkan peran penting dalam menarik wisatawan ke Kamboja di masa mendatang.

Baca juga:  Amalan Ringan Terbaik Untuk Bekal Hidup Setelah Mati

Dia berkata: “Kami menaruh perhatian terhadap produk pariwisata yang akan lebih mempersiapkan kami untuk menyambut turis Muslim setelah situasi Covid-19 membaik. Kami akan memiliki lebih banyak produk yang tersedia untuk melayani sektor pariwisata.”

“Mengembangkan produk halal sangat penting untuk menarik wisatawan Islam, pasar global utama, mereka akan memiliki banyak kesempatan untuk jalan-jalan santai, dan jika kami dapat mengelola makanan halal dengan baik, kami akan dapat membujuk mereka untuk tinggal di Kamboja untuk waktu yang lama,” imbuh Chhay Sivlin.

Menurut Phan Oun, kementerian perdagangan telah mendaftarkan dan mengeluarkan sertifikat 666 produk halal di Kamboja.

Dia berkata: “Produk halal terdiri dari makanan dan komoditas lain yang akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, dan terutama akan mendukung sektor UKM di Kamboja.”