Bencana silih berganti terjadi, mulai dari banjir, longsor, puting beliung, gunung meletus sampai gempa bahkan tsunami. Semua kerusakan baik yang terjadi di darat maupun di laut itu dirasakan oleh umat manusia tak lain disebabkan oleh karena perbuatan manusia itu sendiri.

Diantara Cara Mencegah Terjadinya Bencana
Foto oleh Chris Gallagher di Unsplash

Sangat tidak patut jika bencana terjadi kemudian menyalahkan Allah, karena Allah sudah memberikan petunjuk begitu lengkap dalam Al Qur’an. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum Ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Kemudian bagaimana cara agar kita terhindar atau tercegah dari semua bencana tersebut? Sesuai petunjuk Allah SWT:

Pertama, berbuatlah di muka bumi sesuai petunjuk Allah, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ Ayat 15:

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا

“Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Dari ayat tersebut, Allah memberikan petunjuk hendaknya umat manusia berbuat apapun menyesuaikan dengan petunjuk dan aturan Allah. Seseorang yang perbuatannya sesuai dengan petunjuk dan aturan Allah tentu bagi mereka yang beriman kepada Allah. Oleh karenanya awalilah dengan iman dan aqidah yang kuat, maka siapapun kita hendaknya mengajarkan aqidah, keimanan kepada keluarga, saudara-saudara dan masyarakat, serta jangan pernah mencegah orang mengajarkan aqidah dan menghawatirkan akan menjadi radikal.

Baca juga:  Amalan Ringan Terbaik Untuk Bekal Hidup Setelah Mati

Kekhawatiran seperti itu sangat tidak beralasan, karena aqidah merupakan pondasi dari keber-agamaan. Ibarat sebuah bangunan, tegak lurusnya sangat tergantung pada pondasinya. Demikian halnya kualitas keislaman dan keberimanan seseorang akan sangat terkait dengan seberapa kokoh pondasinya, dan itu adalah aqidah.

Kedua, orang-orang yang hidup mewah hendaknya mentaati Allah SWT, sebagimana firman-nya dalam QS. Al-Isra’ Ayat 16:

وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).”

Pada umumnya orang yang hidup mewah adalah seseorang yang menjadi pejabat dan atau seseorang yang bergelimang harta. Tidak sedikit seseorang yang hidup mewah cenderung lupa dan tidak melaksanakan perintah Allah, bahkan mungkin sebaliknya yakni ingkar terhadap perintah Allah.

Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah adalah hakekat makna taqwa. Ayat di atas dengan demikian mengajak para pembesar negeri untuk terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah azza wa jalla. Jika memilih jalan sebaliknya, maka kebinasaanlah yang akan terjadi.

Jika iman dan taqwa telah menjadi jalan pilihan, maka suatu negeri akan dijamin oleh Allah SWT dibukakan pintu keberkahan. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf Ayat 96:

Baca juga:  Dalam Pahitnya Kopi ada Manisnya Pertemanan, Dalam Manisnya Gula Ada Getirnya Kesehatan

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Wallahu a’lam bisshowab