Bahkan beberapa gunung di Indonesia memiliki karakter yang berbeda-beda dan kadang unik. Contohlah Gunung Slamet yang ada di Jawa Tengah. Dijuluki sebagai atap Jawa Tengah dengan ketinggian 4.428 Mdpl. Gunung tertinggi di Jawa Tengah ini memiliki 7 jalur pendakian dengan masing-masing memiliki karakter yang berbeda terutama tingkat kesulitan medan pendakian.

Gunung Slamet Jawa Tengah
Gunung Slamet, Jawa Tengah – Wikipedia

Mendaki gunung bagi sebagian orang khususnya pecinta alam adalah kegiatan yang mengasyikkan. Menapaki jalan menanjak bahkan terkadang harus merangkak dan merambat berpegangan akar-akar pohon dan rumput akan memacu adrenalin seorang pendaki, pun saat berjalan di turunan dengan kemiringan yang sangat tajam, semua akan mencipta sensasi yang menakjubkan.

Bahkan beberapa gunung di Indonesia memiliki karakter yang berbeda-beda dan kadang unik. Contohlah Gunung Slamet yang ada di Jawa Tengah. Dijuluki sebagai atap Jawa Tengah dengan ketinggian 3.428 Mdpl. Gunung tertinggi di Jawa Tengah ini memiliki 7 jalur pendakian dengan masing-masing memiliki karakter yang berbeda terutama tingkat kesulitan medan pendakian.

Jalur pertama adalah pendakian via Bambangan di Kabupaten Purbalingga. Dengan sebanyak 9 pos yang harus dilalui pendaki dan membutuhkan waktu 11 jam untuk sampai ke puncak.

Jalur kedua adalah Dipajaya di Kabupaten Pemalang. Di jalur ini pendaki akan bertemu dengan jalur Bambangan saat menuju Pos 3.

Jalur ketiga adalah Dawuhan Sirampog yang ada di Kabupaten Brebes. Merupakan jalur untuk pemula karena tingkat kesulitan medan pendakian yang relatif ringan. Memiliki 5 pos pendakian dengan waktu tempuh sekitar 11 jam untuk mencapai puncak.

Jalur keempat adalah Baturraden di Kabupaten Banyumas. Jalur paling ekstrim dan tidak direkomendasikan buat pendaki pemula. Meski jalurnya sulit tapi beberapa pendaki tertentu justru lebih memilih Baturraden buat pendakian. Menantang dan pastinya akan banyak kesan petualangan yang bisa diceritakan. Hanya memiliki 3 pos pendakian tapi waktu tempuh hampir sama dengan jalur lainnya yaitu 11 jam. Banyak tanjakan yang terjal, licin dan juga jalan bercabang yang bisa membuat pendaki tersesat.

Baca juga:  Kita Ini Membanggakan Apa?

Jalur kelima adalah Sigendong yang ada di Kabupaten Tegal. Memiliki 6 pos pendakian dengan waktu tempuh untuk sampai ke puncak Slamet sekitar 9 jam. Pendakian dimulai dengan melewati lahan pertanian penduduk dan selanjutnya pendaki akan bertemu dengan kawasan hutan pinus. Jalur Sigendong ini terbilang mudah dan ada mata air bila pendaki sudah sampai di pos 3.

Jalur keenam adalah Kaligua Paguyangan di Kabupaten Brebes. Jalur yang masih baru sehingga belum banyak pendaki yang naik dari jalur ini. Masih banyak pemandangan yang alami. Memiliki 6 pos pendakian dengan waktu tempuh sekitar 9 jam untuk sampai ke puncak. Jalur Kaligua termasuk jalur yang mudah buat para pendaki. Sepanjang perjalanan hingga ke pos 4 pendaki akan mendapatkan suguhan segar berupa hutan lebat dan pemandangan yang sangat indah.

Jalur ketujuh adalah Permadi Guci yang terletak di Kabupaten Tegal. Termasuk jalur pendakian yang baru dibuka dan diresmikan. Lokasi pos basecamp untuk melakukan simaksi berada dekat dengan wisata pemandian air panas Guci. Karena masih terbilang baru maka rumah-rumah basecamp buat pendaki kebanyakan adalah rumah-rumah penduduk yang memang bersedia untuk bekerjasama dengan pengelola Basecamp Permadi Guci.

Hutan Lumut, Gunung Slamet – Jawa Tengah

Awal pendakian melawati lahan pertanian penduduk dan juga kandang-kandang ayam pedaging. Selanjutnya pendaki akan sampai di wisata camping ground Permadi Jungle. Berupa dataran luas yang berada di tengah-tengah hutan pinus. Menuju pos 1 Blakbak dengan ketinggian 1695 Mdpl dan pos 2 Rimpakan dengan ketinggian 2050 Mdpl adalah perjalanan yang sangat menguras tenaga dan melelahkan. Medan pendakian yang terus menanjak dan panjang melewati hutan yang sangat lebat. Ada Hutan Lumut yang dilalui oleh pendaki yang dimulai dari pos 1. Sangat indah menakjubkan. Bahkan pendaki serasa dibawa ke dunia film yang banyak menyuguhkan panorama hutan. Di jalur Permadi Guci ini pendaki juga akan melewati beberapa sungai. Di musim hujan pendaki harus waspada ketika harus menyeberangi Sungai Semurup yang bisa meluap dan menghilangkan jejak jalan pendakian. Yang unik di jalur ini adalah karakternya yang lengkap. Jalanan tanah yang bisa sangat becek bila turun hujan, jalanan tanah yang gembur saat di tengah hutan, jalanan berbatu dan berpasir, hingga medan ful berbatu licin dan tajam saat sudah sampai di puncak. Meski perjalanan panjang menuju pos 1 dan pos 2 sangat melelahkan, setelahnya pendaki akan sedikit bernapas lega karena menuju pos 3 Selo Pethak dengan ketinggian 2295 Mdpl dan pos 4 Ranu Amreta di ketinggian 2448 Mdpl jalanan agak melandai. Di pos 4 inilah pendaki mendirikan tenda untuk persiapan menuju pos lima 1 dan pos lima 2. Selanjutnya menuju puncak Slamet pendaki harus sangat berhati-hati karena medan pendakian menggunakan tali. Sampai di puncak barulah hilang semua lelah, terbayar dengan keindahan ciptaan Allah Yang Maha Indah. Ucap syukur pun tak akan henti membasahi jiwa.