Al Basir

Menginspirasi & Membahagiakan

Tentang Al Basir

Kita butuh air untuk kehidupan. Tapi jika terjadi banjir dan air meluap ke mana-mana maka akan muncul masalah, bahkan tak jarang jadi bencana. Demikian halnya dengan informasi, manusia butuh pasokan berita dan informasi yang akan membuat pemahaman tentang kehidupan makin membaik.

Tapi jika terjadi banjir informasi, orang pun akan kewalahan. Apalagi jika informasinya saling bertolak-belakang, tidak jelas lagi mana yang salah dan mana yang benar, keruh laksana banjir, menghitam dengan lumpur hoaks dan fitnah yang anyir dan mengganggu kesehatan mental.

Jika berita yang diterima saban hari melalui media TV dan gawai dapat dilihat, mungkin tumpukan informasi itu telah menggunung seperti tumpukan sampah di TPA Bantar Gebang. Campur aduk antara yang organik dan non organik, yang aman dan yang beracun, plastik dan non plastik, berjejal menghasilkan aroma tak sedap dan menjadi sarang bakteri yang mengancam harmoni sosial.

Pada sisi yang lain dalam menyajikan konten, industri informasi masih banyak yang terjebak dalam paradigma lama “Bad News is Good News”. Akibatnya, berita fitnah, hoaks, ghibah, kriminalitas, sadisme, perkosaan dan caci-maki menjadi menu sarapan pagi yang mudah diakses dan nampak gurih dinikmati sembari menyeruput kopi.

Kini, telah lebih dari satu dasawarsa kita menikmati itu semua, semenjak internet dan android bersatu menghadirkan layanan informasi global dalam genggaman, justru kita mulai merasakan, berita-berita itu melelahkan mental, mengganggu pikiran dan kewarasan. Banyak informasi yang masuk ternyata malah membingungkan. Batas antara yang benar dan yang salah jadi makin samar. Lalu diam-diam banyak di antara kita yang jadi emoh dan mulai menghindari berita. “Mending nonton bola daripada denger berita, baca berita bikin pusing dan stres, dll” Bukankah ungkapan-ungkapan ini makin sering kita dengar akhir-akhir ini?

Informasi sering menjadi sumber inspirasi. Dengan paradigma lama yang masih erat dipegang oleh banyak industri informasi besar, berapa banyak berita buruk yang telah produksi dan diwartakan? Berapa persen berita buruk itu menginspirasi munculnya tindak kejahatan, serta gangguann emosi dan mental?

Apakah pemberitaan tentang tindak kriminalitas berkorelasi terhadap meningkatnya angka kriminalitas? Apakah infotainment yang menjamur di kanal-kanal pemberitaan berpengaruh terhadap suburnya budaya gosip dan ghibah di tengah masyarakat? Tentu pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dengan data yang valid untuk memperoleh jawaban yang pasti, meskipun secara subjektif banyak di antara kita yang telah merasakan adanya korelasi itu.

Sementara itu, dari sudut yang lain, ada banyak berita baik yang terjadi dilingkungan terdekat kita. Sayangnya, beragam berita baik itu justru kerap tidak diwartakan karena dianggap kurang sensasional dan kurang diminati oleh masyarakat. Padahal kabar baik itu seperti sebuah senyuman yang mudah menular dan menghadirkan rasa bahagia yang menjalar disekujur tubuh.

Ditengah pekatnya arus berita buruk, masyarakat dan umat sesungguhnya membutuhkan pasokan kabar baik. Kabar yang menyenangkan, mendidik dan menginspirasi. Kebaikan kecil yang terjadi di sekeliling kita adalah embun yang tetes kesegarannya layak dibagikan kepada siapapun yang rindu kebaikan.

Jika tak ada wartawan yang mau meliputnya, maka liputlah sendiri. Wartakan melalui akun sosial yang anda miliki. Kalau anda tidak puas dengan media sosial yang anda miliki, maka kirimkan ke redaksi albasir.id, insya Allah kebaikan yang terjadi di lingkungan terdekat anda akan disebarluaskan hingga dapat dinikmati oleh khalayak ramai.

Al Basir sebagaimana namanya yang dalam bahasa Indonesia berarti kabar gembira, memang lahir untuk menjadi media komunitas dalam isu dakwah dan pendidikan. Fokus utama albasir adalah memberi tempat pada semua berita baik untuk disebarkan secara luas. Semua kebaikan adalah kabar gembira dan layak diwartakan.

“Sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap diberi rezeki berupa aneka buah di dalamnya, mereka mengatakan, ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi aneka buah yang serupa. Di dalamnya mereka memiliki istri-istri yang suci. Mereka kekal di dalamnya.” QS. Al Baqarah: 25

Al Basir hadir dengan tujuan menjadi media yang menghibur dan menginspirasi kaum muslimin untuk tetap teguh dalam iman dan kebaikan, serta mengajak semua komunitas untuk bersama-sama menyampaikan berita gembira dari lingkungan terdekat kita masing-masing, agar ia menjadi arus besar kebaikan

Albasir.id In Sya Allah menginspirasi dan membahagiakan.